Pascasarjana STAIN Majene Angkat Kajian Perubahan Sosial dan Sejarah Pambusuang dalam Kuliah Umum
Majene,- Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene mengagendakan kuliah umum bertema “Perubahan Sosial Menurut Peter Russell (Studi Kasus Sejarah Pambusuang)” dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Ahmad Sewang, M.A. sebagai narasumber. Berdasarkan agenda kegiatan, kuliah umum dijadwalkan pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di TPD Lantai 3 STAIN Majene.
Kuliah umum ini mengangkat hubungan antara pemikiran mengenai perubahan sosial dan pengalaman historis masyarakat lokal. Pemilihan sejarah Pambusuang sebagai studi kasus membuka ruang pembahasan tentang dinamika kehidupan masyarakat, kesinambungan tradisi, serta perubahan nilai dan praktik sosial dalam lintasan waktu.
Tema tersebut relevan dengan pengembangan kemampuan mahasiswa pascasarjana dalam mempertemukan perspektif teoretis dan konteks empiris. Sejarah lokal dapat menjadi sumber kajian untuk memahami bagaimana masyarakat merespons perubahan sekaligus mempertahankan unsur budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.
Kehadiran Prof. Dr. H. Ahmad Sewang, M.A. sebagai narasumber diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam membaca hubungan antara sejarah, agama, budaya, dan kehidupan sosial. Melalui pembahasan yang kontekstual, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pertanyaan kritis serta melihat peluang penelitian yang berangkat dari persoalan dan pengalaman masyarakat di sekitarnya.
Pengangkatan Pambusuang sebagai fokus kajian juga memiliki arti penting bagi pengembangan penelitian berbasis kearifan lokal. Tradisi, pengetahuan, dan pengalaman historis masyarakat perlu memperoleh perhatian akademik agar dapat dipahami secara mendalam serta didokumentasikan melalui penelitian yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui agenda ini, Pascasarjana STAIN Majene berharap dapat memperluas ruang dialog keilmuan dan mendorong tumbuhnya gagasan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kajian perubahan sosial berbasis sejarah lokal diharapkan turut memperkuat pengembangan pendidikan pascasarjana yang berakar pada kearifan lokal dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.